JARANG YANG BAHAS PADAHAL INI KEBUTUHAN YANG PASTI

Rencana Mau
Dikubur Dimana??

Bagi pendatang di Yogyakarta

Taukah Kamu, Kalau Cari Tempat Pemakaman Itu Tidak Mudah?

Terutama bagi pendatang di Yogyakarta

Pengalaman pribadi

Seorang Pendatang

Jarang banget terfikir mesti terkait dengan kalau misal meninggal nanti, kita akan di makamkan dimana? Hal itu juga terjadi kepada salah satu tetangga kami asal Luar Jawa yang kebetulan sudah 10 tahun tinggal mengontrak di salah satu rumah di area Sleman. Ternyata ketika meninggal, proses mencari makam itu tidaklah selalu mudah. Taukah kalian, bahwa di Jogja itu sebagian besar pemakaman itu sudah penuh? dan satu hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa “pemakaman kampung” itu khusus hanya untuk warga asli atau saudara dekat dari warga asli disana. Sangat jarang yang terbuka untuk umum.

Hal yang terjadi kepada tetangga kami itu, alhasil pihak keluarga harus memohon hingga berjam jam kepada pengurus kampung untuk diperbolehkan dimakamkan di kampung tersebut. Alhamdulillah karena almarhum dulunya adalah orang yang aktif di kegiatan kampung, sehingga dibolehkan oleh pihak pengurus kampung. Itu pun setelah berjam jam diskusi dan dipaksa dari pengurus masjid dengan serangan dalil dalil hadist.

Yang dilakukan oleh warga tidaklah salah. Karena memang kondisi makam yang sudah sangat penuh, sehingga kalau setiap pendatang dimakamkan disana, tidak akan lagi tersisa bagi mereka, keluarga, anak dan cucu mereka untuk dimakamkan di makam tanah kelahiran mereka. 

Lantas harus bagaimana? 
Bukankah di jogja banyak makam umum?

Ini Adalah Fakta Pahit Tidak Banyak Orang Tahu!

Bulan Maret 2025, Tim Masjid Nurul Asri melakukan kajian dan survey ke beberapa tanah makam umum di sekitar Yogyakarta. Dan hasilnya sangat mencengangkan!

Untuk area Sleman, tidak ada pemakaman umum untuk warga luar Jogja

TPU Pemda Sleman berada di 2 lokasi yaitu di Seyegan dan di Prambanan. Akan tetapi, fakta yang tidak banyak diketahui adalah bahwa kedua pemakaman ini per tahun 2024 sudah tidak se fleksibel dulu lagi, akibat dari penerapan UU No 1 Tahun 2022 yang mewajibkan tidak boleh adanya pungutan atau harus gratis untuk pemakaman dan beberapa layanan lain. Prasarat untuk bisa dimakamkan disana adalah

1. Ber KTP di Sleman dan harus dengan Surat Keterangan Miskin

2. Untuk yg KK KTP luar Sleman, minimal jarak perjalanan 4 jam, sedang dalam keadaan berkunjung atau berobat bukan tinggal/belajar/bekerja dst

Sehingga jika tidak masuk prasarat diatas maka tidak boleh dimakamkan di TPU Pemda, namun bagi yang masuk dalam kriteria diatas maka boleh dimakamkan dengan biaya gratis.

Kami memperoleh brosur ini terkait TPU Patuk ini, akan tetapi ketika dilakukan survey dan wawancara dengan warga sekitar, mereka bercerita bahwa makam tersebut sudah ditutup untuk umum dan kini hanya untuk warga asli sekitar saja

Tim Masjid Nurul Ashri telah melakukan survey dan berdiskusi di bagian front office di area Masjid Sudja, ternyata memiliki berapa syarat yaitu :

  1. Harus muslim yang menjadi anggota dan domisili dan KTP DIY
  2. Umur keanggotaan sudah berjalan minimal terdaftar 3 bulan
  3. Saat ini sudah ada 7000 anggota dan akan ditutup saat 10000 anggota
  4. Biaya pemakaman adalah 5jt diluar dari biaya keanggotaan dan iuran bulanan

Hanya menerima warga asli kampung, bukan perumahan atau pendatang dengan rerata biaya adalah : 

Sleman : 3,5-7jt

Kota Jogja : 5-15jt

Diluar biaya ubo rampe, ambulance, acara kedukaan, pemulasaran jenazah. Angka diatas adalah untuk makam yang sudah sangat padat, adapun untuk di daerah perkampungan beberapa ada yang gratis untuk warga sendiri.

Lantas Bagaimana Solusinya?

Masjid Nurul Ashri berencana membuat sebuah proyek masa depan!

Dengan permasalahan pemakaman yang cukup pelik di sekitar Yogyakarta, Masjid Nurul Ashri berencana akan melaksanakan proyek pembangunan “Taman Makam Muslim” yang terbuka untuk umum, terjangkau dan tertata dengan beberapa kelebihan :

  1. Pemakaman khusus muslim yang sesuai dengan sunnah nabi
  2. Penataan yang rapi dan berkonsep berkelanjutan
  3. Terdapat segmentasi untuk premium dan sosial
  4. Terbuka untuk seluruh umat muslim tanpa memandang KTP dan domisili
  5. Pemuliaan jenazah yang lebih baik

Kamu Tertarik

Dengan Ide Ini?

Klik selengkapnya